Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

tapalkuda1-removebg-preview

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

1744129950993

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

tapalkuda1-removebg-preview

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

1744129950993

Ribuan Penari Semarakkan Gebyar Totta’an Dhere di Alun-alun Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview

BONDOWOSO – Ribuan murid tingkat Sekolah Dasar (SD) dari berbagai penjuru Kabupaten Bondowoso memadati Alun-alun Raden Bagus Assra, Sabtu (14/02/2026).

Dengan balutan kostum tradisional yang megah dan penuh warna, mereka tampil memukau dalam perhelatan akbar Gebyar Tari Totta’an Dhere.

Kegiatan kolosal yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso ini bukan sekadar pertunjukan seni.

Lebih dari itu, acara tersebut menjadi pernyataan sikap untuk menghidupkan kembali denyut budaya lokal di tengah arus modernisasi. Gebyar Tari Totta’an Dhere secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi.

Fathur Rozi menegaskan bahwa menjaga eksistensi budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditanamkan sejak dini.

“Melalui gerak tari ini, kita sedang menanamkan benih cinta tanah air dan kebanggaan terhadap akar budaya sendiri ke dalam jiwa anak-anak. Ini menjadi benteng agar identitas kearifan lokal tidak tergerus oleh zaman,” ujarnya.

Tari Totta’an Dhere sendiri memiliki makna mendalam bagi masyarakat Bondowoso. Tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan koreografi, tetapi juga merepresentasikan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Pelibatan pelajar sebagai pemeran utama menjadi simbol bahwa estafet pelestarian budaya kini berada di tangan generasi muda.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso memandang pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung sebagai langkah strategis dalam membangun karakter siswa. Melalui kegiatan ini, proses pendidikan tidak lagi terpaku pada teori di dalam kelas, melainkan dikemas secara kontekstual dan aplikatif.

Anak-anak tidak hanya mengenal budaya daerahnya secara kognitif, tetapi juga merasakan setiap irama dan mempraktikkan setiap gerakan. Dengan demikian, rasa bangga terhadap identitas lokal diharapkan tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Gebyar Tari Totta’an Dhere membawa pesan kuat bahwa budaya lokal akan terus lestari dan hidup di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang kreatif bagi siswa, sehingga karakter yang berakar pada budaya daerah tetap menjadi identitas utama generasi emas Bondowoso di masa depan.

1744129950993

Suntik KB Saat Puasa, Apakah Membatalkan?

tapalkuda1-removebg-preview

Kesehatan – Pertanyaan mengenai hukum suntik kontrasepsi atau suntik KB saat menjalankan ibadah puasa kerap muncul di kalangan masyarakat. Banyak perempuan Muslim ingin memastikan apakah tindakan tersebut dapat membatalkan puasa atau tidak.

Secara umum, para ulama berpendapat bahwa suntik KB tidak membatalkan puasa. Hal ini karena suntikan dilakukan melalui otot atau jaringan tubuh dan tidak masuk melalui saluran pencernaan seperti mulut atau hidung yang terhubung langsung ke lambung.

Dalam kaidah fikih, sesuatu yang membatalkan puasa adalah hal yang masuk ke dalam tubuh melalui lubang terbuka dan sampai ke lambung, serta dilakukan dengan sengaja. Sementara itu, suntik KB berupa cairan hormon yang disuntikkan melalui otot tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Sejumlah lembaga fatwa juga menjelaskan bahwa suntikan yang bersifat pengobatan atau pencegahan, termasuk suntik KB, hukumnya tidak membatalkan puasa selama tidak berfungsi sebagai asupan makanan atau minuman. Dengan demikian, perempuan tetap dapat melanjutkan ibadah puasanya setelah menerima suntikan tersebut.

Meski demikian, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terkait jadwal dan kondisi kesehatan sebelum melakukan suntik KB. Selain itu, bagi yang masih ragu, dapat berkonsultasi kepada ulama atau otoritas keagamaan setempat untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi merasa khawatir menjalani suntik KB saat bulan Ramadan, selama prosedur tersebut dilakukan sesuai ketentuan medis dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

*)dikutip dari beberapa sumber

1744129950993

KB Gratis Serentak di Bondowoso, Ani Farmadiani Tekankan Pentingnya Atur Jarak Kelahiran

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Ani Farmadiani salah satu Faskes Praktek Mandiri Bidan (PMB) mengatakan bahwa mengatur jarak kelahiran anak sangat penting dalam sebuah keluarga

Dengan pelayanan KB gratis secara serentak ini dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, meningkatkan akseptor KB, serta akselerasi target pelayanan program KB di Bondowoso tahun 2026.

Ani merinci, target pelayanan KB tahun 2026 di PMB yang didirikannya ada 121 yang mencakup IUD, Implan,MOW (Metode Operasi Wanita), KB Permanen untuk wanita atau Tubektomi MOP (Metode Operasi Pria), KB Permanen untuk pria atau Vasektomi dan pencabutan implan sebanyak.

“Pelayanan KB gratis secara serentak ini bekerja sama dengan fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah maupun swasta serta Praktik Mandiri Bidan ,ada 10 PMB yang sudah MoU dengan Dinsos P3AKB ,”kata perempuan yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Ketahanan dan KB pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso ini.

Diharapkan melalui pelayanan KB serentak ini dapat memberdayakan praktik mandiri bidan yang ada di masing-masing wilayah.

Ani menjelaskan, kegiatan itu dilakukan oleh para petugas Penyuluh KB di tingkat kelurahan/desa dengan melaksanakan pelayanan ‘jemput bola’. Mereka bergerak dan berkunjung ke rumah-rumah para calon akseptor KB.

“Lalu, para calon akseptor KB ini diarahkan dan didampingi melakukan pelayanan KB ke faskes sesuai jenis metode pelayanan KB yang dipilih,” kata Ani,Kamis 12/02/2026.

Ia menyampaikan, pelayanan KB serentak dapat dilakukan di faskes seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, klinik dokter, maupun tempat praktik mandiri bidan.

Metode pelayanan KB yang diadakan meliputi pelayanan KB ulangan, pelayanan ganti cara (metode), pelayanan KB pascapersalinan, serta pelayanan KB baru selain KB pascapersalinan.

Pihaknya dalam hal ini melakukan dukungan dalam bentuk pembiayaan serta penyediaan alat kontrasepsi KB dan obat-obatan.

“Namun untuk sarana prasarana kesehatan pelayanan KB didukung oleh faskes-faskes yang bermitra atau bekerja sama dengan Dinsos P3AKB,”tuturnya.

Ani menilai, pelayanan KB serentak ini juga dapat mendorong antusiasme masyarakat Bondowoso atau pasangan usia subur untuk menjalankan program KB dengan baik. Sehingga dapat merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran guna mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Pihaknya terus berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya program KB untuk membangun keluarga berkualitas yang berketahanan dan sehat.

“Di dalam sebuah keluarga yang berkualitas, anak-anak dapat tumbuh berkembang dengan baik. Sehingga kelak dapat menjadi pribadi dan generasi unggul yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” urai Ani

Dikatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan pelayanan KB yang prima bagi pasangan usia subur di seluruh wilayah Bondowoso melalui kegiatan pelayanan KB serentak ini.

Menurutnya ,pengendalian angka kelahiran dalam satu keluarga akan berdampak kepada penurunan prevalensi stunting.

Selain itu kata Ani ,pelayanan Program KB sangat berhubungan erat dengan upaya mewujudkan generasi sehat dan unggul.

“Mengatur jarak kelahiran anak sangat penting dalam sebuah keluarga. Selain itu, pentingnya menjaga usia kehamilan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini pun merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting,” tandasnya.

 

1744129950993

Wujudkan Keluarga Berkualitas, Dinsos P3AKB Gelar Pelayanan KB Serentak se-Kabupaten Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso,- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Awal Tahun 2026 di Wilayah Prioritas melalui program Pantau KB. Kegiatan ini berlangsung pada 9–15 Februari 2026 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.

Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron, M.M.Kes., mengatakan bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan KB bagi masyarakat, khususnya pasangan usia subur, sekaligus mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk dan pembentukan keluarga berkualitas.

“Pelayanan ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan KB bagi masyarakat, khususnya pasangan usia subur, sekaligus mendukung pengendalian penduduk dan pembentukan keluarga berkualitas,” ujar Imron saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, Pelayanan dilaksanakan di seluruh puskesmas se Kabupaten Bondowoso dan 10 Praktik Mandiri Bidan (PMB) yang sudah melakukan MoU dengan Dinsos P3AKB.

Adapun target pelayanan sebanyak 4.272 peserta di puskesmas dan 1.217 peserta di PMB.Tahun 2026 ada 55 Fasyankes yg bekerja sama dengan DinsosP3AKB.

Peserta program mayoritas merupakan perempuan usia subur, baik yang belum pernah mengikuti program KB maupun pasangan muda yang ingin menunda kehamilan. Selain memperoleh layanan KB secara gratis, peserta juga mendapatkan bantuan transportasi, konsumsi, serta fasilitas konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Imron menegaskan bahwa layanan KB terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial ekonomi.

“Karena ini memang untuk umum. Baik masyarakat kurang mampu maupun mampu, pelayanan KB pada dasarnya kami gratiskan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti program KB agar menghubungi kader di kelurahan atau desa masing-masing. Menurutnya, pelayanan KB tidak hanya dilakukan secara serentak pada momentum tertentu, tetapi juga dapat diakses di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Dinsos P3AKB.

“Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program KB, silakan menghubungi kader di wilayah kelurahan atau desa. Pelaksanaannya tidak harus serentak seperti ini, tetapi juga bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk klinik, puskesmas pembantu, serta tenaga kesehatan mitra, turut mendukung pelaksanaan program tersebut.

Adapun jenis layanan dalam KB serentak ini meliputi suntik, pil, kondom, implan, IUD, metode operasi wanita (MOW), dan metode operasi pria (MOP).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat memperkuat komitmen dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Usai pelayanan di puskesmas

1744129950993

Peringatan HPN 2026 dan HUT ke 80, PWI Banyuwangi Tegaskan Pers Profesional,Beretika dan Independen

tapalkuda1-removebg-preview

Banyuwangi – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun  (HUT) ke 80 PWI  dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama secara sederhana di Ruang Publik Gesibu Blambangan, Senin (9/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pengurus dan anggota PWI, Wakapolresta Banyuwangi,AKBP. Teguh Priyo Wasono, Kasdim Mayor Kav Suprapto, Palaksa Lanal Banyuwangi, Mayor Mar I Nyoman Suarmika, Sekretaris Dinas Kominfo, Rahmawati Setyoardini, Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi.
Dalam sambutannya Ketua PWI Kabupaten Banyuwangi, Budi Wiriyanto menyampaikan, peringatan hari Pers Nasional atau HPN digelar serentak secara nasional yang terpusat di Provinsi Banten.
“ Di Banyuwangi peringatan HPN sekaligus HUT ke 80 PWI kita rayakan dengan tasyakuran, doa bersama dan potong tumpeng, ” ucapnya.
Budi menjelaskan, tema HPN 2026 adalah ” Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat,Bangsa Kuat ”. Pers Sehat: Mewujudkan pers yang profesional, independen, berintegritas, serta mampu menyajikan informasi akurat dan bertanggung jawab di tengah tantangan disrupsi digital dan hoaks.
Ekonomi Berdaulat: Mendorong kemandirian ekonomi media agar terbebas dari tekanan kepentingan tertentu dan mampu bertahan dalam persaingan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dan Bangsa Kuat: Menegaskan peran pers sebagai perekat sosial dan pengawal demokrasi yang menyuarakan kepentingan publik, guna menciptakan stabilitas dan persatuan bangsa
” Makna HPN 2026 adalah pentingnya pers yang profesional, beretika, dan independen (sehat) dalam mendorong kemandirian ekonomi media di era digital serta memperkuat kedaulatan dan persatuan bangsa, ” jelasnya.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Persandian Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini, hadir mewakili Pemkab Banyuwangi menyampaikan pandangannya tentang peran pers bagi daerah.
Menurut Dini, pers memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Banyuwangi ke masyarakat luas. Dikenal luasnya Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional hingga saat ini tidak lepas dari peran insan pers.
“Pers adalah jendela dunia bagi Banyuwangi. Baik atau buruknya Banyuwangi juga terlihat dari pemberitaan teman-teman media,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari pers sebagai bahan evaluasi untuk Banyuwangi yang lebih baik.
“Kalau ada yang kurang baik, silakan disampaikan ke kami. Tapi yang baik-baik, mohon juga disampaikan ke luar,” pintanya.
Dini berharap insan pers terus bekerja secara profesional dan menjadi penjernih informasi bagi masyarakat.
“Di tengah derasnya informasi, pers harus hadir sebagai penjernih, menyajikan informasi yang faktual, edukatif dan menginspirasi bagi xx masyarakat,” tutur dia.
Sementara itu, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra kepolisian.
Teguh menyebut, pers sebagai bagian penting dari demokrasi dan mitra strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.
Ia juga mendorong insan pers terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan prinsip jurnalisme, dengan menyajikan berita faktual yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Mari terus bersinergi menyajikan informasi yang menyejukkan demi terwujudnya Banyuwangi yang aman, damai, dan masyarakat yang sejahtera,” ucap Teguh.(team)

1744129950993

Mantra Bondowoso Berkah Jadi Mimpi Besar di Bumi Kironggo

tapalkuda1-removebg-preview

 

Oleh: Ady Kriesna *)

Tepat 24 Februari 2025, Bondowoso resmi memulai babak baru. Bupati AHW dan Wakil Bupati AYS dilantik bersama ratusan kepala daerah lain se-Indonesia.

Sejak hari itu, harapan yang dulu hanya jadi janji kampanye perlahan mulai menemukan bentuknya.

Pasangan RAHMAD datang dengan modal yang tidak main-main. Dukungan kultural yang solid, partai pengusung yang dominan di parlemen daerah, kapasitas intelektual, jaringan nasional, hingga visi besar bertajuk Bondowoso Berkah menjadi bahan bakar utama mesin pemerintahan baru ini.

Secara elektoral, RAHMAD memang “hanya” meraih 51,33 persen suara. Jauh jika dibandingkan Narendra Modi yang pernah menyapu 75 persen suara di India. Namun dari sisi kekuatan kultural, keduanya punya kesamaan: sama-sama lahir dari basis dukungan akar rumput yang kuat dan militan.

Dari sisi politik, peta juga cukup ideal. PKB sebagai pemenang pemilu lokal menguasai 16 kursi, disusul Gerindra dan Golkar. Total 27 kursi parlemen menjadi modal strategis untuk mengawal kebijakan dan memastikan roda pemerintahan tidak pincang di tengah jalan.

Belum lagi sosok AHW dengan rekam jejak sebagai Rektor UNUJA dan mantan anggota DPR RI dua periode. Kombinasi pengalaman akademik dan politik ini melengkapi arah pembangunan yang dirangkum dalam jargon Bondowoso Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik—sebuah mantra yang sempat menjadi harapan besar warga lima tahun ke depan di Bumi Kironggo.

Setahun Berjalan, Apa Kabar Janji?

Satu tahun berlalu, dan “kesaktian” Bondowoso Berkah mulai terasa. Program demi program hadir dan menyentuh langsung kebutuhan warga: Rantas, Astani, Klinik Pertanian, Belati, Jamin Segar, Permata, Bondowoso Menyala, hingga aplikasi KANDA. Diakui atau tidak, manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.

Prestasi pun datang beriringan. Pemkab Bondowoso mempertahankan opini WTP dari BPK. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 mencapai 6,46 persen, melampaui angka nasional. Bahkan, Bupati AHW dianugerahi gelar The Gateway Leader oleh Times Indonesia.

Semua itu diraih di tengah situasi yang tidak ideal. Tahun 2025 ditandai pemangkasan anggaran sekitar 50 miliar rupiah dan kewajiban menutup defisit lebih dari 140 miliar. Belum lagi banyak pimpinan OPD masih berstatus pelaksana tugas—situasi yang biasanya membuat birokrasi berjalan setengah gas.

Namun, kepemimpinan AHW yang adaptif, kesejukan AYS, serta peran Sekda Dr. Fathur Rozi yang taktis dan inovatif membuat “perahu” Bondowoso Berkah tetap melaju, bahkan sempat menyalip di beberapa etape.

Keraguan soal minimnya pemahaman lokal, kultur birokrasi, hingga dinamika sosiopolitik Bondowoso perlahan sirna. Prestasi demi prestasi menjadi jawabannya.

Aglomerasi dan Mimpi Besar

Kawasan Langkah strategis
lain yang patut dicatat adalah keberanian Bondowoso mendorong pembangunan berbasis aglomerasi kawasan selingkar Ijen. Bersama Jember, Banyuwangi, dan Situbondo, Bondowoso berpotensi menjadi mercusuar baru pembangunan regional.

Seperti dikemukakan Kuncoro dalam The Economics of Industrial Agglomeration and Clustering: semakin teraglomerasi suatu wilayah, semakin tinggi pertumbuhan ekonominya. Tidak banyak kabupaten di Indonesia yang berani memilih jalan ini—dan Bondowoso ada di barisan itu.
Dream Team Sudah Lengkap
Memasuki awal 2026, modal dasar pemerintahan terasa makin kokoh. Kepercayaan publik menguat.

Tim Bondowoso Berkah kini tampak seperti the dream team yang siap menjuarai “piala dunia” pembangunan.
Ibarat sepak bola, mereka punya:
Akar budaya dan politik yang kuat.

Pelatih yang tenang dan piawai (Bupati–Wabup) Kapten yang taktis (Sekda)
Pemain profesional (OPD)
Ultras setia (relawan dan masyarakat)

Namun pertandingan belum selesai. Masih tersisa empat tahun ke depan. Tantangan regional, kebijakan nasional, hingga ekonomi global yang tak terduga bisa mengubah jalannya laga kapan saja.

2026 Tahun Penentuan

Pemerintahan memang tidak sepenuhnya bisa disamakan dengan sepak bola. Jika tim bola diukur dari trofi, pemerintahan diukur dari manfaat nyata yang dirasakan rakyat.

Di era digital, penilaian sering kali datang terlalu cepat. Netizen tak menunggu satu periode penuh. Bahkan dua tahun pertama sudah cukup untuk memberi label: sukses atau gagal.

Karena itu, 2026 menjadi momentum kunci. Tahun untuk memacu program prioritas agar benar-benar dirasakan baik oleh citizen maupun digital society. Jika berhasil melewati fase ini, jalan menuju 2029 akan jauh lebih lapang.

Harapannya sederhana namun besar: Bondowoso Berkah berlabuh dengan husnul khotimah, disertai standing ovation seluruh “penonton stadion”.

Dan gelar The Gateway Leader layak disandingkan dengan julukan Vikas Purush—Pria Pembangunan.

Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili pandangan politik organisasi mana pun.

*)Penulis adalah warga di ujung lereng Gunung Putri, Bondowoso.

1744129950993

UNESA Inisiasi Konsorsium Internasional Pembangunan Berkelanjutan di Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview

BONDOWOSO, – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat perannya dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara dalam kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi UNESA untuk menginisiasi pembentukan International Consortium for Sustainable Community Development, sebuah konsorsium internasional yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi global antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional.

“Pembangunan masyarakat adalah tanggung jawab global yang memerlukan kerja sama lintas batas. Kehadiran mitra internasional dalam ICD 2026 mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Ia menyampaikan, sebagian besar delegasi internasional yang terlibat dalam ICD 2026 baru pertama kali mengunjungi Bondowoso. Menurutnya, kekayaan alam dan karakter masyarakat yang ramah menjadikan daerah tersebut sangat representatif sebagai lokasi pengabdian masyarakat berskala internasional.

UNESA juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan ICD 2026. Bambang menegaskan, program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dirancang berkelanjutan dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Kami optimistis program ini dapat terus berlanjut melalui hibah lanjutan, sehingga pengabdian masyarakat di Bondowoso memberikan dampak jangka panjang,” jelasnya.

Rencana deklarasi konsorsium internasional tersebut akan melibatkan akademisi dan mitra dari berbagai negara, di antaranya Uzbekistan, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Australia, dan Hong Kong. UNESA berharap langkah ini mampu mengangkat Bondowoso ke kancah internasional sebagai daerah yang aktif dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan.

Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, menilai kolaborasi antara UNESA dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso merupakan langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, ICD 2026 mencakup dua agenda utama. Pertama, pelatihan pemberdayaan masyarakat yang dipusatkan di Kecamatan Ujen dengan sasaran ibu rumah tangga, pemuda, petani, dan peternak. Kedua, kolaborasi pengabdian masyarakat dengan 12 tema, antara lain penguatan ekonomi lokal, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Anisatul, keterbatasan anggaran daerah menuntut sinergi yang kuat dengan perguruan tinggi agar kebijakan pembangunan berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNESA juga memberikan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang serta mendorong petani naik kelas menjadi pelaku industri pengolahan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ICD 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu. Selain agenda pemberdayaan, peserta juga diajak mengeksplorasi potensi wisata Bondowoso. Bahkan, sejumlah jurnalis internasional turut hadir untuk memperkenalkan potensi daerah tersebut ke tingkat global.

1744129950993

Disdik Bondowoso Klaim Penyaluran Gaji ke-13 dan THR Guru Tuntas 100 Persen

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa penyaluran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu telah tuntas 100 persen.

Menurut Taufan, seluruh proses penyaluran telah diselesaikan pada Selasa, 4 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara kata Taufan dana tersebut  ditransfer ke pemkab tgl  29 Desember 2025

“Kemarin sudah kami tuntaskan pada tanggal 4 Februari 2026 pukul 14.00 WIB. Silakan dicek oleh para guru,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pemberitaan salah satu media daring yang menyebutkan bahwa dana gaji ke-13 dan THR guru, yang telah ditransfer oleh pemerintah pusat ke kas daerah sejak November hingga Desember tahun lalu, belum sepenuhnya dicairkan kepada penerima.
Taufan menjelaskan, apabila masih terdapat guru ASN maupun PPPK yang merasa belum menerima haknya secara utuh, pihaknya membuka ruang klarifikasi secara langsung.

“Jika masih ada guru ASN yang mengaku belum menerima, silakan datang ke Dinas Pendidikan agar bisa kami cek dan tindak lanjuti,” ujarnya.

Namun demikian, berdasarkan keterangan sejumlah guru, penyaluran gaji ke-13 dan THR 100 persen hingga saat ini dinilai belum sepenuhnya terealisasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan penerima terkait mekanisme serta kemungkinan kendala dalam proses penyaluran di daerah.
Situasi ini juga menyoroti pentingnya transparansi anggaran dalam pengelolaan keuangan publik.

Apabila terdapat kendala administratif, teknis, maupun regulasi dalam proses pencairan, penjelasan yang terbuka dan akurat dinilai perlu disampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya para tenaga pendidik sebagai penerima hak.

1744129950993

Pemkab Bondowoso Pastikan Pengangkatan Kepala Sekolah Transparan

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Sekda Bondowoso Fathur Rozi menyampaikan bahwa pengangkatan dan mutasi kepala sekolah atau kepala UPTD SPF satuan pendidikan berjalan secara transparan.

Dikatakan pihaknya menjamin karena ada tim yang akan membahas sebelum seseorang menduduki jabatan Kepala sekolah.

Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah adalah tim yang dibentuk oleh pemerintah kabupaten sesuai Permendiknas No. 28 Tahun 2010.

Hal itu sebagai penyelenggara sekolah untuk memberikan masukan dan rekomendasi dalam proses seleksi dan pengangkatan kepala sekolah, melibatkan unsur pengawas sekolah dan dewan pendidikan, serta pejabat terkait, untuk memastikan calon kepala sekolah memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.

“Sekda ,BKPSDM , Dinas Pendidikan Bondowoso adalah Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah,”jelasnya , Kamis 5/02/2026.

Dikatakan bahwa Tim ini bertugas mengelola data calon, memverifikasi, dan memberikan rekomendasi kepada pejabat berwenang Bupati untuk penetapan.

Sementara itu kata Sekda ,tugas dan Fungsi Tim Memberikan Pertimbangan Teknis: Memberikan masukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terkait calon kepala sekolah.

Verifikasi dan Validasi: Memeriksa dan memvalidasi berkas serta kompetensi calon.

” Tentunya tetap melibatkan Unsur Terkait untuk menggabungkan pandangan pengawas sekolah/madrasah dan dewan pendidikan untuk memahami konteks sosial budaya sekolah,”ungkapnya.

Juga untuk nengelola data dan informasi mengenai calon kepala sekolah yang akan diangkat.

 

1744129950993

Tak Gentar Meski Dikritik, Tegas Bupati Bondowoso Kembali Lantik Pejabat

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Sikap tegas Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, kembali ditunjukkan, Kendati sejumlah media dan beberapa pihak melayangkan kritik terkait pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, bupati tetap melaksanakan pelantikan pejabat administrator dan pejabat pengawas.

Menurutnya ,pelantikan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bondowoso. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan roda birokrasi berjalan efektif dan profesional.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral serta konsekuensi kinerja.

Ia mengingatkan agar sumpah jabatan yang diucapkan tidak dimaknai sebagai formalitas semata, melainkan komitmen nyata dalam bekerja secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

“Jabatan ini adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Abdul Hamid Wahid, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak organisasi sekaligus penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Oleh karena itu, mereka dituntut mampu memastikan setiap program berjalan efektif, pelayanan publik terlaksana dengan baik, serta pengelolaan sumber daya dilakukan secara akuntabel.

Dalam arahannya, bupati menekankan tiga hal utama. Pertama, pentingnya profesionalitas aparatur yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga sikap, etika, dan komitmen terhadap tugas. Para pejabat diminta terus meningkatkan kapasitas diri, memahami regulasi, serta mampu bekerja secara kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan.
Kedua, disiplin sebagai fondasi utama kinerja aparatur.

Disiplin waktu, disiplin kerja, serta ketaatan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Dari disiplin akan lahir keteladanan, dan dari keteladanan akan tumbuh kepercayaan, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.

Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan bahwa aparatur pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Pelayanan dituntut diberikan secara cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan, dengan meninggalkan pola kerja lama yang berbelit-belit dan menggantinya dengan semangat melayani yang solutif.

Selain itu, para pejabat yang dilantik juga diminta mampu menjadi pemimpin di unit kerja masing-masing. Membangun komunikasi yang baik dengan bawahan, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta menerapkan kepemimpinan yang humanis namun tegas dinilai menjadi kunci peningkatan kinerja organisasi.

Melalui pelantikan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid berharap para pejabat administrator dan pengawas dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas di Kabupaten Bondowoso.

Adapun pejabat yang dilantik dalam jabatan Administrator dan Pengawas, diantaranya
Azaz Suwardi, S.E., M.M. – sebagai Camat Grujugan sebelumnya menjabat sebagai ,Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja

Kedudukan Azas digantikan oleh Yuli Indrawati, S.E., M.M.yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas pertanian dan ketahanan pangan .

Sementara Muttakin, S.Sos. menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sekretaris kecamatan Sumber Wringin Zulfikar Ardiansa, S.H., M.M.dilantim menjadi Camat Pujer.

Kedudukan Zulfikar sebagai sekcam diganti oleh Riko Setiawandika, S.Sos., M.M. – Sekretaris Kecamatan Sumber Wringin.

Kemudian Arief Rahman, S.E. dilantik sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tegalampel dan
Efti Hendrawati, S.E. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Binakal.

Kemudian Ahmad Eko Wijaksono, S.Pd. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Sumber Wringin dan
Dwi Rahman Ardianto, S.Sos. menjadi Lurah Blindungan, Kecamatan Bondowoso.

Selain itu Muhammad Usni Gozali, S.Sos. dilantik menjadi Lurah Tamansari, Kecamatan Bondowoso,
dan Tarmudji Hendrianto, S.Sos., M.M. sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tapen.

Larto, S.Sos. dilantik menjadi Kepala Subbagian Penyusunan Program dan Keuangan Kecamatan Tapen,sedangkan
Sumito, S.H. menjadi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Pujer.

Ada pula Muhammad Zuhdi Heri Burwanto, S.Sos. sebagai Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Cermee dan Apidian Soekaryadi, S.H. menjadi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Grujugan.

 

1744129950993
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih